Oknum Ormas Minta 5 Juta Pada Pemborong Yang Renovasi Ruko

Jakarta, Liputan7up.com – Pemborong perbaikan satu ruko di Jalan Taman Galaxy Raya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi tidak diduga didatangi empat orang mengakui anggota lima organisasi masyarakat. Mereka menuduh pemborong menyalahi ketentuan dan minta uang Rp 5 juta.

“Karena tidak ada uang sekitar itu, kami cuma memberi uang Rp 500 ribu, tuturnya ini buat mengkonsumsi dahulu,” kata seorang perwakilan pemborong, Lukman Hakim di tempat peristiwa, Kamis (13/9). Agen Bola terpercaya

Empat orang yang terdaftar dalam sinyal bukti penerimaan uang Rp 500 ribu salah satunya berinisial Y, R, H dan satu lagi tidak tercatat. Ke empat anggota ormas itu mengakui akan kembali besok untuk menagih bekas uang yang disuruh Rp 4,5 juta.

“Besok ingin ke sini lagi, jika tidak diberi mereka meneror akan mengobrak-abrik, dan menyetop perbaikan ini,” katanya.

Basic ormas tersebut minta uang karena memandang perbaikan yang ia kerjakan menyalahi ketentuan. Sedangkan, tempat perbaikan ada di lokasi ormas tersebut. Agen poker online

Salah satunya ketentuan tersebut yaitu tidak adanya banner pemberitahuan adanya perbaikan ruko. Walau sebenarnya, katanya, perbaikan cuma dibagian dalam. Mengenai puing sisa bangunan yang ditempatkan di muka ruko dipandang mengganggu.

“Tukang menjadi takut bekerja jika anda ancaman begini, soalnya cat sudah sempat ditendang sampai tumpah,” jelas Lukman.

Lukman mengatakan, akan berdiskusi dengan pemilik ruko untuk memberikan laporan peristiwa itu ke kepolisian ditempat.

Source : http://liputan7up.com/oknum-ormas-minta-5-juta-pemborong-renovasi-ruko/

Kepulangan Perempuan Korban Perdagangan Manusia Di Malaysia

Jakarta, Liputan7up.com – ES tidak dapat sembunyikan perasaan harunya saat berjumpa dengan ke-2 orang tuanya di kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (13/9). Wanita yang baru berumur 16 tahun itu merupakan korban perdagangan orang jaringan Malaysia.

ES disandingkan oleh bapak dan ibunya sesudah ia pamit untuk bekerja di Ibukota. Akan tetapi, kemauan sebaiknya itu justru membawa ES jadi korban perdagangan manusia.

Waktu disandingkan, ES terlihat terisak. Ia tidak kuat meredam tangis di muka bapak dan ibunya, O dan E. Sekalian menangis, ES terlihat bersujud di muka bapak dan ibunya. Situs Bandar bola terpercaya

Ibu ES, E juga berlinang air mata. Ia terlihat memeluk erat anaknya, semenjak akhir kali berjumpa di akhir Agustus 2018 lalu.

Pertemuan dengan orangtuanya ini adalah pertama kali semenjak ia di jual dengan ilegal ke Malaysia bulan lalu. Bidikan camera pewarta photo juga menghujani mereka. Hingga kemudian, personil polisi wanita mendatangi ES dan keluarganya, ‘mengevakuasinya’ ke satu ruang.

Ibu ES, E mengakui tidak menyangka anaknya akan jadi korban perdagangan manusia. Ia juga bersukur anaknya dapat selamat dari tindak kejahatan itu.

“Alhamdulillah dapat kembali lagi. Saya hanya dapat katakan itu,” singkat ES sekalian menangis. Agen bola Online

ES awal mulanya, jadi korban penjualan orang di Malaysia. Awalannya, wanita 16 tahun itu mendapatkan lowongan kerja dari situs persahabatan facebook.

Akan tetapi tidak diduga, kemauan mencari kerja justru berbuah sial. Ia jadi korban perdagangan Manusia yang dikerjakan oleh lima terduga, yaitu alias YL, Jakin Sudrajat alias JS, M Imronsyah alias MI, Alfian Saputra alias AS, dan Tamrin alias T.

Wakil Direktur Tinda Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Panca Putra menjelaskan ES yang baru lulus SMP itu punya niat mencari kerja untuk menolong keperluan ekonomi keluarga.

Ia juga mencari lowongan kerja di facebook. Akhirnya, ia tertarik dengan lowongan kerja menjadi pengasuh bayi di Jakarta.

“Seseorang terduga berinisial YL tawarkan lowongan kerja melalui Facebook,” papar Panca di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/9). Agen Poker Online

Akan tetapi, ES justru ‘dijual’ ke Malaysia. Ia juga dipaksa bekerja dan diperlakukan tidak manusiawi. Akhirnya, ES kabur dari rumah majikannya, walau sebenarnya ia baru lima hari bekerja.

Menurut Panca, korban diimingi upah Rp 7 juta per bulan saat bekerja di Malaysia. Akan tetapi faktanya, ES justru dieksploitasi.

“Dia ditawari tujuh juta per bulan. Faktanya dia baru kerja beberapa hari selalu merasa tidak nyaman karena perlakuan dari sana,” tandas Panca.

Source : http://liputan7up.com/kepulangan-perempuan-korban-perdagangan-manusia-malaysia/